Misi Kemanusiaan dari Cianjur, Relawan Salurkan Amanah Donasi ke Sejumlah Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Barat
Semangat tolong-menolong dalam kebajikan kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan relawan Cianjur Bergerak. Membawa amanah donasi dari warga Cianjur, tim relawan menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap sesama.
Berlandaskan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 2 tentang perintah tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa, lima orang relawan berangkat dari Cianjur menuju Sumatera Barat dengan satu tujuan: menyalurkan bantuan dan menjaga kepercayaan masyarakat yang telah menitipkan donasi.
Apih Moelder Salah satu Relawan ERI Mengatakan,Perjalanan tersebut tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Bantuan yang dibawa bukan sekadar barang, melainkan titipan doa dan harapan agar para penyintas bencana dapat kembali bangkit dari keterpurukan.
Menurut Apih, Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kampung Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Rabu, 24 Desember 2025. Wilayah tersebut masih berada dalam fase tanggap darurat pascabanjir bandang. Kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan yang cukup parah, mulai dari permukiman warga yang tertimbun lumpur dan material kayu, hingga area persawahan yang rusak dan tidak lagi dapat difungsikan, ucapnya pada Selasa (6/1/26).
Dari Kota Padang, tim relawan melanjutkan perjalanan sekitar lima jam menuju lokasi kedua di Kampung Pasanggiang, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Selama dua hari, relawan tinggal di rumah warga setempat dan menyaksikan langsung dampak longsor yang menyebabkan rumah tertimbun, jembatan putus, serta keterbatasan akses komunikasi akibat minimnya sinyal.
Di wilayah ini, relawan menyalurkan ratusan kilogram beras, melakukan kegiatan trauma healing, serta membagikan paket jajanan untuk anak-anak terdampak bencana.
Lokasi ketiga berada di Kabupaten Agam, tepatnya di Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan. Selama tiga hari, relawan mendirikan dapur umum dan menyalurkan berbagai bantuan, di antaranya beras, ratusan paket perlengkapan sekolah berupa tas, seragam, alat tulis, Al-Qur’an, serta paket jajanan anak.
Selain itu, relawan juga memberikan bantuan biaya kontrakan rumah selama satu tahun bagi warga terdampak, serta perlengkapan rumah tangga seperti kasur, kompor, tabung gas, dan sembako. Wilayah ini dinilai sebagai salah satu lokasi dengan tingkat kerusakan paling parah selama misi kemanusiaan berlangsung.
Pada hari terakhir, Jumat, 3 Januari 2026, tim kembali ke wilayah Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk menyalurkan bantuan lanjutan berupa beras dan paket jajanan anak.
Misi kemanusiaan ini dilaksanakan bukan untuk mencari pengakuan, melainkan sebagai wujud tanggung jawab dalam menjaga amanah masyarakat. Relawan menegaskan bahwa kehadiran di tengah warga terdampak bencana adalah bentuk penghormatan terhadap penderitaan sesama dan komitmen untuk menunaikan kepercayaan dengan sepenuh hati.



Komentar
Posting Komentar