Mahasiswa Himaksy Unsur dan ERI Gelar Sekolah Relawan, Tutup dengan Berbagi Takjil dan Sembako di Cianjur


Cianjur — Kolaborasi antara Energi Relawan Indonesia (ERI) dan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah Universitas Suryakancana (Himaksy) menggelar kegiatan Sekolah Relawan bertajuk “Volt-Volunteer” pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa Himaksy dan berlangsung dengan penuh antusias.


Program Sekolah Relawan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai nilai, etika, serta prinsip dasar dalam kegiatan kerelawanan. Setelah sesi pembelajaran, kegiatan ditutup dengan aksi sosial berupa pembagian ratusan paket takjil dan sembako kepada para pengguna jalan yang melintas di Jalan Arif Rahman Hakim, Solokpandan, Cianjur.

Usai kegiatan berbagi tersebut, para peserta kemudian melanjutkan agenda dengan buka puasa bersama di Sabore Kitchen.

Ketua Umum ERI, Rojudin, yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa Sekolah Relawan kali ini menekankan pemahaman mengenai kode etik dan prinsip dasar kerelawanan.

Menurutnya, terdapat lima dimensi penting dalam kerelawanan yang harus dipahami para relawan. Pertama, relawan bukanlah pekerja karier. Kedua, relawan bekerja tanpa gaji maupun honorarium. Ketiga, relawan memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan pekerja profesional. Keempat, relawan memiliki persiapan yang berbeda dalam menjalankan kegiatan sosial. Kelima, relawan memiliki identifikasi yang kuat terhadap organisasi serta masyarakat yang mereka layani.

“Selain itu, kami juga menyampaikan kepada para peserta mengenai alasan mengapa seseorang memilih menjadi relawan, yaitu karena panggilan kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Himaksy Novi Aulia Safitri, menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Himaksy dan ERI dapat terus berlanjut pada kegiatan-kegiatan sosial lainnya di masa mendatang.

Ia menilai kerja sama yang terjalin kali ini menjadi langkah awal untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam berbagai program kerja berikutnya, baik pada periode saat ini maupun periode mendatang.

Menurutnya, kegiatan berbagi yang dilakukan tahun ini juga berjalan lebih terstruktur dibandingkan sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun ini kegiatan lebih terarah dan penyaluran bantuan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Sekolah Relawan “Volt-Volunteer” ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya memahami teori kerelawanan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial secara langsung di tengah masyarakat.***

Komentar