-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Relawan Kemanuasiaan Ahmad Zaki Meninggal Saat Distribusikan Bantuan Gempa di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-25T06:00:33Z

MANGGARAI TIMUR — Duka menyelimuti aksi kemanusiaan di tengah upaya penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang relawan kemanusiaan, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Jumat (21/8/2026).

Ahmad Zaki Ali diketahui merupakan pendiri Yayasan Gerak Bareng. Ia meninggal ketika tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju wilayah terdampak gempa di Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah sumber, Zaki bersama sejumlah relawan sedang dalam perjalanan membawa bantuan logistik dari Reo menuju wilayah Lamba Leda Utara. Dalam perjalanan tersebut, kondisi Zaki tiba-tiba menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Kapolsek Lamba Leda Utara Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut Zaki diduga mengalami serangan jantung.

Sementara itu, Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso menjelaskan, Zaki meninggal ketika rombongan tengah menjalankan distribusi logistik untuk warga terdampak gempa.

"Pada saat kejadian, yang bersangkutan dalam rangka pendistribusian logistik dari Reo menuju Lamba Leda," ujar Edy, seperti diberitakan sejumlah media.

Kabar duka tersebut kemudian mendapat perhatian luas karena Zaki meninggal ketika sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah yang masih menghadapi dampak gempa.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyampaikan duka cita sekaligus penghargaan atas dedikasi Ahmad Zaki dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Pemerintah menilai kehadiran Zaki di tengah masyarakat terdampak merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

Dievakuasi Menggunakan Helikopter Basarnas

Proses evakuasi jenazah Ahmad Zaki dilakukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu (22/8/2026). Medan lokasi yang terdampak bencana membuat proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus.

Kantor SAR Maumere bersama unsur SAR lainnya mengerahkan Helikopter Dauphin Basarnas untuk mengevakuasi jenazah dari wilayah Manggarai Timur.

Menurut keterangan Basarnas, helikopter tersebut mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, sekitar pukul 07.04 WITA. Tim kemudian langsung melakukan proses evakuasi jenazah untuk dibawa keluar dari lokasi bencana dan selanjutnya dipulangkan kepada pihak keluarga.

Kabar meninggalnya Ahmad Zaki juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi NTT. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan belasungkawa atas kepergian relawan tersebut.

Ia mengenang Zaki sebagai sosok yang gigih membantu warga terdampak bencana dengan keluar-masuk kampung untuk menyalurkan bantuan.

"Beliau salah satu orang yang sangat keras dan gigih antar bantuan keluar masuk kampung dan desa demi desa di Dampek," ujar Melki.

Kepergian Ahmad Zaki menjadi duka bagi dunia kemanusiaan. Ia meninggal bukan ketika berada di tempat yang aman, melainkan saat menjalankan misi untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi bencana.

Dedikasinya menjadi gambaran bahwa kerja-kerja kemanusiaan tidak hanya membutuhkan kepedulian, tetapi juga keberanian dan pengorbanan.

Di tengah duka tersebut, proses penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak gempa NTT terus dilakukan oleh pemerintah, tim SAR, tenaga kesehatan, serta para relawan dari berbagai organisasi.

Sumber: Kemenko PMK, Basarnas/ANTARA, detikBali, RRI, Media Indonesia dan Liputan6. (www2.kemenkopmk.go.id)

×
Berita Terbaru Update