-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Pantai Lugina Hingga Gunung Gede Pangrango, Padukan Olahraga,Petualangan,dan Kepedulian Kelestarian Lingkungan

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-08T07:57:58Z

CIANJUR- Sebanyak tujuh atlet mengikuti ekspedisi lari ekstrem yang menempuh rute dari titik 0 meter di atas permukaan laut (MDPL) di Pantai Lugina, Kabupaten Cianjur, hingga kawasan Gunung Gede-Pangrango dengan ketinggian mencapai 3.019 MDPL. Kegiatan ini memadukan olahraga, petualangan, sekaligus kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

‎Ekspedisi tersebut digelar oleh relawan Gede Pangrango Operation (GPO) bersama Montana Redwad Rimba. Para atlet menempuh jarak lebih dari 200 kilometer secara bertahap melalui sejumlah etape. Rute yang dilalui memiliki karakter medan beragam, mulai dari kawasan pesisir, perkampungan, hingga jalur pegunungan sebelum mencapai kawasan Gunung Gede-Pangrango.

‎Ketua Panitia Ekspedisi, Muhammad Zuhron, mengatakan konsep kegiatan tersebut merupakan perjalanan lari dari titik terendah menuju salah satu titik tertinggi di Kabupaten Cianjur. Setiap etape memiliki jarak rata-rata sekitar 50 kilometer yang harus diselesaikan para atlet.

‎"Untuk kegiatan ini rangkaiannya mulai dari titik 0 MDPL, yaitu di Pantai Lugina sampai ke puncak Pangrango. Ketinggiannya 3.019 MDPL," ujarnya, Senin (7/9/2026).

‎Menurut Zuhron, saat ini ekspedisi telah memasuki etape keempat. Pada tahapan tersebut, para atlet menempuh perjalanan dari kawasan Gunung Padang menuju Gunung Putri yang merupakan salah satu akses menuju kawasan Gunung Gede-Pangrango.

‎"Rata-rata per hari itu 50 kilometer. Sekarang kita sudah di etape keempat, sebelum memasuki Gunung Gede-Pangrango," katanya.

‎Seluruh rangkaian ekspedisi direncanakan berlangsung selama enam hari. Satu hari di antaranya digunakan sebagai waktu pemulihan atau recovery bagi tim sebelum perjalanan kembali dilanjutkan menuju Gunung Gede-Pangrango hingga turun melalui kawasan Cibodas.

‎"Rencana total kita enam hari, satu harinya untuk recovery team. Setelah itu baru lanjut menuju Gunung Gede, Pangrango, dan turun ke Cibodas," jelasnya.

‎Selain menguji daya tahan fisik dan mental, ekspedisi tersebut juga membawa misi pelestarian lingkungan. Rangkaian kegiatan di antaranya penanaman mangrove di Pantai Lugina serta aksi bersih-bersih atau operasi bersih (opsih) yang dilakukan di kawasan pantai hingga kawasan Gunung Gede-Pangrango.


‎Zuhron berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi alam Cianjur secara lebih luas. Menurutnya, potensi Cianjur tidak hanya berada di kawasan Gunung Gede-Pangrango, tetapi juga membentang hingga wilayah pesisir selatan yang masih relatif jarang tersentuh kegiatan ekspedisi.

‎"Mudah-mudahan ke depannya saya mengajak rekan-rekan di luar. Cianjur itu bukan hanya Gunung Gede dan Pangrangonya saja, tapi ada pantai selatan yang memang jarang tersentuh," ungkapnya.

‎Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperkenalkan Cianjur melalui konsep perjalanan dari titik terendah menuju titik tertinggi dengan menggabungkan olahraga lari dan aksi pelestarian lingkungan. Ekspedisi ini juga didukung oleh pihak terkait, termasuk Perum Perhutani dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

‎Sementara itu, salah seorang atlet, Tanju Arifin, mengatakan persiapan dilakukan melalui sejumlah tahapan sebelum ekspedisi dimulai. Tim menjalani dua kali simulasi, yakni dari Cisarua, Bogor menuju Pos GPO serta dari kawasan Cirata menuju Pos GPO Cipanas.

‎Selain simulasi, para atlet juga menjalani program latihan yang disusun dengan menu latihan dari pelatih profesional. Menurut Tanju, persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kemampuan fisik sebelum menghadapi perjalanan panjang dari titik 0 MDPL hingga kawasan pegunungan.

‎"Perjalanannya cukup seru, lumayan melelahkan. Tapi dengan support teman-teman semua, alhamdulillah koordinasi kami semua bisa selamat dan bisa sampai sini. Semoga ekspedisi kami kali ini bisa sukses dan lancar," kata Tanju.

‎Tantangan terbesar selama perjalanan, lanjut Tanju, berada pada kondisi medan dan cuaca yang cukup ekstrem. Meski demikian, dukungan antarpersonel membuat para atlet tetap mampu melanjutkan perjalanan hingga memasuki tahapan akhir ekspedisi menuju kawasan Gunung Gede-Pangrango. 

‎Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat potensi wisata alam Cianjur sekaligus mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan, dari pesisir selatan hingga kawasan pegunungan.

×
Berita Terbaru Update